Tampilkan postingan dengan label kampung halaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampung halaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2009

Rakyat Harus Ikut Awasi Peredaran Pupuk


Padang, Singgalang



Pemerintah berharap masyarakat turut perperan aktif dalam mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi. Lantaran nama semua distributor telah diumumkan. Ini, penting agar masalah kelangkaan pupuk di Sumbar dapat teratasi.Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperindag Sumbar, Syafrial, di Padang, Senin (2/2). Menurutnya, pendistribusian pupuk secara terbuka itu dinilai mampu mencegah terjadinya penyelewengan.


“Kita menghimbau masyarakat agar membantu mengawasi pendistribusian pupuk bersubdisi. Karena distributornya sudah kita umumkan melalui media massa setempat,” katanya.Ia menyebutkan, pengumuman nama distributor dan pengecer pupuk bersubsidi itu merupakan upaya pemerintah mempermudah jalur distribusi pupuk. Sehingga mudah pula untuk mengawasinya.Ia menyebutkan, pengawasan masyarakat penting agar tidak terjadi penyelewengan di lapangan.


“Masyarakat bisa melaporkan jika pendistribusiannya tidak tepat sasaran,” katanya.Jatah pupuk urea bersubsidi untuk Sumbar pada 2009 bertambah menjadi 82.950 ton/bulan dan pada tahun ini hanya sebanyak 71.745 ton yang dialokasi untuk 19 kabupaten/kota. Sementara kebutuhan pupuk secara riil untuk sektor pertanian dan perkebunan di Sumbar mencapai 139 ribu ton tiap bulannya.Beberapa waktu lalu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sumbar bersama PT PUSRI PPD Sumbar, telah mentetapkan 48 distributor pupuk bersubsidi untuk Sumbar.Bagi distributor yang melanggar ketentuan dalam pendistribusian pupuk, maka pihak terkait akan meninjau ulang atau kapan perlu mencabut izin distributornya.“Ke-48 distributor yang ditunjuk itu adalah perusahaan yang telah melewati serangkaian seleksi,” terangnya.


Syafrial menerangkan, distributor yang ditunjuk untuk tiap-tiap kabupaten/kota adalah Kabupaten Pasaman empat distributor, Kabupaten Pasbar, empat perusahaan, Kabupaten Padang Pariaman, lima, Kota Pariaman, satu, Kabupaten Pessel, dua, Kota Padang, satu, Kabupaten 50 Kota, enam, Kota Payakumbuh, satu, Kabupaten Tanah Datar, tiga, Kota Padang Panjang, satu, Kabupaten Solok, tujuh, Kota Solok, satu, Kabupaten Agam, tiga, Kota Bukittinggi, satu, Kabupaten Sijunjung, dua, Kota Sawahlunto, satu, Kabupaten Dharmasraya, tiga dan Kabupaten Solok Selatan dua perusahaan. (307)


hariansinggalang.co.id


Jalan ke Siti Nurbaya Dilanjutkan Tahun Ini


Padang, Singgalang


Pembangunan jalan menuju kawasan ‘kuburan’ Siti Nurbaya yang terputus sejak krisis moneter 1998, kembali dilanjutkan tahun ini. Pembangunan jalan dengan panjang sekitar 5 kilo meter itu akan menghabiskan dana miliaran rupiah.
“Pembangunan jalan menuju kawasan Siti Nurbaya dulu dibuka tahun 1996, tapi terputus karena krisis. Kini jalan itu akan dibangun kembali. Anggarannya juga sudah masuk kontrak. Jalan itu nantinya akan sampai ke Gunung Padang,” kata Kepala Dinas Prasana Jalan Sumbar, Dody Ruswandi, kepada wartawan, di Kantor Gubernur, Senin (2/2).
Dikatakannya, pembangunan kelanjutan jalan menuju kawasan ‘kuburan’ Siti Nurbaya dananya sekitar Rp19 miliar. Sedangkan pembangunan Jembatan Siti Nurbaya dulunya menghabiskan dana sekitar Rp20 miliar. “Anggaran dana untuk jalan ke kawasan Siti Nurbaya tersebut, masuk dalam paket pengaspalan jalan Purus,” sebut Dody.Menurutnya, pembebasan jalan menuju kawasan wisata itu dikoordinasikan dengan pemerintah Kota Padang. Begitupun dengan ganti rugi tanah masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tersebut juga dikoordinasikan dengan Pemko. Hanya beberapa kawasan saja yang belum terselesaikan, seperti pemindahan kuburan Cina.
Dijelaskannya, akhir tahun ini pembukaan jalan menuju kawasan wisata itu bisa dimulai. Dan awal tahun 2010 jalan tersebut bisa diaspal. Pembangunan kelanjutan jalan tersebut menggunakan dana APBD. Sedangkan rute kawasan tersebut, dari jembatan Siti Nurbaya, jalan akan diaspal sepanjang jalan Batang Arau sampai ke ujung lalu naik sampai ke Gunung Padang. Dengan selesainya jalan tersebut diharapkan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan dunia pariwisata Sumbar. Dulu, jembatan layang menuju objek-jek wisata di kawasan gunung Padang itu, antara lain bertujuan, sebagai jalan arteri alternatif menuju pelabuhan Teluk Bayur yang sekaligus menunjang ekspor nonmigas. Selain menunjang pembukaaan daerah baru, juga meningkatkan ekonomi masyarakat dan merangsang pertumbuhan kota Padang.
Kuburan Siti Nurbaya sebenarnya tidak ada di bukit kecil di tepi laut itu. Siti Nurbaya adalah tokoh rekaan Marah Rusli dalam romannya, “Siti Nurbaya, Kasih tak Sampai.” Berbekal cerita itulah kemudian, masyarakat lambat laun meyakini di sana ada kuburan Siti Nurbaya (107).
hariangsinggalang.co.id